<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Raffapriya's Blog</title>
	<atom:link href="http://raffapriya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://raffapriya.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 May 2010 08:54:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='raffapriya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Raffapriya's Blog</title>
		<link>http://raffapriya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://raffapriya.wordpress.com/osd.xml" title="Raffapriya&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://raffapriya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bukan Pria Idaman&#8230;.</title>
		<link>http://raffapriya.wordpress.com/2010/05/04/bukan-pria-idaman/</link>
		<comments>http://raffapriya.wordpress.com/2010/05/04/bukan-pria-idaman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 08:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raffapriya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raffapriya.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Manusia idaman sejati adalah makhluk langka. Begitu banyak ujian dan rintangan untuk menjadi seorang idaman sejati. Kebalikannya, yang bukan idaman malah tersebar ke mana-mana. Siapakah pria yang tidak pantas menjadi idaman dan tambatan hati? Apa saja ciri-ciri mereka? Mudah-mudahan -dengan izin Allah Ciri Pertama: Akidahnya Amburadul Di antara ciri pria semacam ini adalah ia punya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=75&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia idaman sejati adalah makhluk langka. Begitu banyak ujian dan rintangan untuk menjadi seorang idaman sejati. Kebalikannya, yang bukan idaman malah tersebar ke mana-mana. Siapakah pria yang tidak pantas menjadi idaman dan tambatan hati? Apa saja ciri-ciri mereka? Mudah-mudahan -dengan izin Allah</p>
<p>Ciri Pertama: Akidahnya Amburadul </p>
<p>Di antara ciri pria semacam ini adalah ia punya prinsip bahwa jika cinta ditolak, maka dukun pun bertindak. Jika sukses dan lancar dalam bisnis, maka ia pun menggunakan jimat-jimat. Ingain buka usaha pun ia memakai pelarisan. Jika berencana nikah, harus menghitung hari baik terlebih dahulu. Yang jadi kegemarannya agar hidup lancar adalah mempercayai ramalan bintang agar semakin PD dalam melangkah.<br />
Inilah ciri pria yang tidak pantas dijadikan idaman. Akidah yang ia miliki sudah jelas adalah akidah yang rusak.<br />
Ibnul Qayyim mengatakan, “Barangsiapa yang hendak meninggikan bangunannya, maka hendaklah dia mengokohkan pondasinya dan memberikan perhatian penuh terhadapnya. Sesungguhnya kadar tinggi bangunan yang bisa dia bangun adalah sebanding dengan kekuatan pondasi yang dia buat. Amalan manusia adalah ibarat bangunan dan pondasinya adalah iman.” (Al Fawaid)<br />
Berarti jika aqidah dan iman seseorang rusak -padahal itu adalah pokok atau pondasi-, maka bangunan di atasnya pun akan ikut rusak. Perhatikanlah hal ini! </p>
<p>Ciri Kedua: Menyia-nyiakan Shalat </p>
<p>Tidak shalat jama&#8217;ah di masjid juga menjadi ciri pria bukan idaman. Padahal shalat jama&#8217;ah bagi pria adalah suatu kewajiban sebagaimana disebutkan dalam al Qur&#8217;an dan berbagai hadits. Berikut di antaranya. </p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah, seorang lelaki buta datang kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan berkata,<br />
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِى قَائِدٌ يَقُودُنِى إِلَى الْمَسْجِدِ. فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّىَ فِى بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ « هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ». فَقَالَ نَعَمْ. قَالَ « فَأَجِبْ ».</p>
<p>”Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.” Maka ia meminta keringanan kepada Rasulullah untuk tidak shalat berjama&#8217;ah dan agar diperbolehkan shalat di rumahnya. Kemudian Rasulullah memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya lagi dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?” Ia menjawab, ”Ya”. Rasulullah bersabda, ”Penuhilah seruan (adzan) itu.” (HR. Muslim). Orang buta ini tidak dibolehkan shalat di rumah apabila dia mendengar adzan. Hal ini menunjukkan bahwa memenuhi panggilan adzan adalah dengan menghadiri shalat jama’ah. Hal ini ditegaskan kembali dalam hadits Ibnu Ummi Maktum. Dia berkata,<br />
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».</p>
<p>“Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)<br />
Lihatlah laki-laki tersebut memiliki beberapa udzur: [1] dia adalah seorang yang buta, [2] dia tidak punya teman sebagai penunjuk jalan untuk menemani, [3] banyak sekali tanaman, dan [4] banyak binatang buas. Namun karena dia mendengar adzan, dia tetap diwajibkan menghadiri shalat jama’ah. Walaupun punya berbagai macam udzur semacam ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memerintahkan dia untuk memenuhi panggilan adzan yaitu melaksanakan shalat jama’ah di masjid. Bagaimana dengan orang yang dalam keadaan tidak ada udzur sama sekali, masih diberi kenikmatan penglihatan dan sebagainya?!<br />
Imam Asy Syafi&#8217;i sendiri mengatakan, “Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.” (Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 107)<br />
Jika pria yang menyia-nyiakan shalat berjama&#8217;ah di masjid saja bukan merupakan pria idaman, lantas bagaimana lagi dengan pria yang tidak menjalankan shalat berjama&#8217;ah sendirian maupun secara berjama&#8217;ah?!<br />
Seorang ulama besar, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dalam kitabnya Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 7, mengatakan, ”Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” </p>
<p>Ciri Ketiga: Sering Melotot Sana Sini </p>
<p>Inilah ciri berikutnya, yaitu pria yang sulit menundukkan pandangan ketika melihat wanita. Inilah ciri bukan pria idaman. Karena Allah Ta&#8217;ala berfirman,<br />
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ</p>
<p>“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat&#8221;.” (QS. An Nur: 30)</p>
<p>Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahrom. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita yang bukan mahrom, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya.<br />
Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,<br />
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.</p>
<p>“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)<br />
Boleh jadi laki-laki tersebut jika telah menjadi suami malah memandang lawan jenisnya sana-sini ketika istrinya tidak melihat. Kondisi seperti ini pun telah ditegur dalam firman Allah,<br />
يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ<br />
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Ghofir: 19)<br />
Ibnu &#8216;Abbas ketika membicarakan ayat di atas, beliau mengatakan bahwa yang disebutkan dalam ayat tersebut adalah seorang yang bertamu ke suatu rumah. Di rumah tersebut ada wanita yang berparas cantik. Jika tuan rumah yang menyambutnya memalingkan pandangan, maka orang tersebut melirik wanita tadi. Jika tuan rumah tadi memperhatikannya, ia pun pura-pura menundukkan pandangan. Dan jika tuan rumah sekali lagi berpaling, ia pun melirik wanita tadi yang berada di dalam rumah. Jika tuan rumah sekali lagi memperhatikannya, maka ia pun pura-pura menundukkan pandangannya. Maka sungguh Allah telah mengetahui isi hati orang tersebut yang akan bertindak kurang ajar. Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya (12/181-182).<br />
Ibnu &#8216;Abbas mengatakan, “Allah itu mengetahui setiap mata yang memandang apakan ia ingin khianat ataukah tidak.” Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid dan Qotadah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 12/182, Darul Qurthubah) </p>
<p>Ciri Keempat: Senangnya Berdua-duaan </p>
<p>Inilah sikap pria yang tidak baik yang sering mengajak pasangannya yang belum halal baginya untuk berdua-duaan (baca: berkhalwat). Berdua-duaan (khokwat) di sini bisa pula bentuknya tanpa hadir dalam satu tempat, namun lewat pesan singkat (sms), lewat kata-kata mesra via FB dan lainnya. Seperti ini pun termasuk semi kholwat yang juga terlarang.<br />
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,<br />
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ<br />
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)<br />
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,<br />
أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ<br />
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi) </p>
<p>Ciri Kelima: Tangan Suka Usil </p>
<p>Ini juga bukan ciri pria idaman. Tangannya suka usil menyalami wanita yang tidak halal baginya. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pun ketika berbaiat dan kondisi lainnya tidak pernah menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya.<br />
Dari Abdulloh bin ‘Amr, ”Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat.” (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam Al Manahi As Syari’ah)<br />
Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, ”Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy)<br />
Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,<br />
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ<br />
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925) </p>
<p>Ciri Keenam: Tanpa Arah yang Jelas </p>
<p>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda,<br />
كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ<br />
“Seseorang dianggap telah berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Muslim no. 996)<br />
Berarti kriteria pria idaman adalah ia bertanggungjawab terhadap istrinya dalam hal nafkah.<br />
Sehingga seorang pria harus memiliki jalan hidup yang jelas dan tidak boleh ia hidup tanpa arah yang sampai menyia-nyiakan tanggungannya. Sejak dini atau pun sejak muda, ia sudah memikirkan bagaimana kelak ia bisa menafkahi istri dan anak-anaknya. Di antara bentuk persiapannya adalah dengan belajar yang giat sehingga kelak bisa dapat kerja yang mapan atau bisa berwirausaha mandiri.<br />
Begitu pula hendaknya ia tidak melupakan istrinya untuk diajari agama. Karena untuk urusan dunia mesti kita urus, apalagi yang sangkut pautnya dengan agama yang merupakan kebutuhan ketika menjalani hidup di dunia dan akhirat. Sehingga sejak dini pun, seorang pria sudah mulai membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup untuk dapat mendidik istri dan keluarganya.<br />
Sehingga dari sini, seorang pria yang kurang memperhatikan agama dan urusan menafkahi istrinya patut dijauhi karena ia sebenarnya bukan pria idaman yang baik. </p>
<p>Mudah-mudahan tulisan ini bisa sebagai petunjuk bagi para wanita muslimah yang ingin memilih laki-laki yang pas untuk dirinya. Dan juga bisa menjadi koreksi untuk pria agar selalu introspeksi diri. Nasehat ini pun bisa bermanfaat bagi setiap orang yang sudah berkeluarga agar menjauhi sifat-sifat keliru di atas. Semoga Allah memudahkannya. </p>
<p>Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/raffapriya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/raffapriya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/raffapriya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/raffapriya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/raffapriya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/raffapriya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/raffapriya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/raffapriya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/raffapriya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/raffapriya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/raffapriya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/raffapriya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/raffapriya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/raffapriya.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=75&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raffapriya.wordpress.com/2010/05/04/bukan-pria-idaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5deeee6e298074798763f903100f9ae4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raffapriya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketenangan Hati</title>
		<link>http://raffapriya.wordpress.com/2010/05/04/ketenangan-hati/</link>
		<comments>http://raffapriya.wordpress.com/2010/05/04/ketenangan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 08:32:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raffapriya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raffapriya.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Hidup ini bagaikan sebuah roda yang berputar adakalanya saat untuk naik dan saatnya berhenti ataupun turun. Selalu ada perubahan, turun atau naik. Dalam usianya separoh abad ketika sedang menikmati kesuksesan dan kejayaan justru diterpa oleh penyakit kronis. Begitu tuturnya di Rumah Amalia. Kehadiran beliau membawa kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak Amalia. Sebagai bentuk rasa syukurnya atas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=73&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup ini bagaikan sebuah roda yang berputar adakalanya saat untuk naik dan saatnya berhenti ataupun turun. Selalu ada perubahan, turun atau naik. Dalam usianya separoh abad ketika sedang menikmati kesuksesan dan kejayaan justru diterpa oleh penyakit kronis. Begitu tuturnya di Rumah Amalia. Kehadiran beliau membawa kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak Amalia. Sebagai bentuk rasa syukurnya atas kesembuhan dari sakitnya beliau berkenan berbagi rizki. </p>
<p>Beliau menceritakan tentang sakitnya. Beliau mengidap sakit liver. Penyakit yang dideritanya adalah penyakit pengantar maut. Kenyataan itu tentunya merupakan pukulan berat baginya. Namun dikala penuh kecemasan, suara adzan terdengar syahdu justru membukakan kesadarannya. Meluluhakn nuraninya, mengantarkan hidayah Allah kepada dirinya. Akhirnya dengan perasan yang tulus berjanji dalam hati, jika sembuh dari sakitnya maka akan menjalankan ibadah lebih baik lagi. </p>
<p>Sewaktu dalam keadaan sakit, berkat ketekunan seorang dokter dan atas pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala penyakit yang saya derita perlahan mulai membaik dan akhirnya sembuh. Padahal menurut dokter sangat kecil kemungkinannya untuk disembuhkan. Maka sejak itulah berkat dukungan istri dan anak-anaknya, beliau mendalami sholat dan ibadah lainnya. </p>
<p>&#8216;Saya merasakan perbedaan sebelum dan sesudah saya menjalani Islam dengan baik.&#8217; tutur beliau. &#8216;Agama telah memberikan ketenangan dalam hati saya bahkan dalam keluarga. Bila agama dijalankan dengan baik maka persoalan hidup sesulit apapun akan mudah diatasinya.&#8217; lanjut beliau dengan mata berkaca-kaca. Air Matanya berlinang, sesekali beliau mengusap air matanya. Wajahnya terlihat teduh. </p>
<p>Islam telah memberikannya jalan hidup, membukakan tabir kehidupan bagi dirinya. Kalau hanya mementingkan materi mengabaikan agama sesungguhnya materi seberapa banyaknya tidak akan pernah cukup. tetapi bila keimanan kepada Allah cukup kuat, maka seberapapun rizki yang diprolehnya maka terasa cukup. &#8216;Inilah prinsip hidup saya sebagai seorang muslim yang membawa ketenangan hati.&#8217; tutur beliau. Subhanallah. </p>
<p>&#8216;Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan mereka yang telah ada. Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi, Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (QS. al-Fath : 4).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/raffapriya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/raffapriya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/raffapriya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/raffapriya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/raffapriya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/raffapriya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/raffapriya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/raffapriya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/raffapriya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/raffapriya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/raffapriya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/raffapriya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/raffapriya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/raffapriya.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=73&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raffapriya.wordpress.com/2010/05/04/ketenangan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5deeee6e298074798763f903100f9ae4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raffapriya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DO&#8217;A DO&#8217;A ku&#8230;..</title>
		<link>http://raffapriya.wordpress.com/2010/05/03/doa-doa-ku/</link>
		<comments>http://raffapriya.wordpress.com/2010/05/03/doa-doa-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 10:44:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raffapriya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raffapriya.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Ya Allah… Engkau adalah Robb ku, tidak ada Illah yang berhakdi ibadhi dengan benar kecuali Engkau yang menciptakan aku, aku adalah hambaMu yang akan setia dengan perjanjian kepadaMU semampuku, Aku benlindung kepadaMU dari kejelekan yang aku perbuat, aku mengakui nikmatMU yang diberikan kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu ampunilah dosaku, sesunggunyatidak ada yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=70&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Allah…<br />
Engkau adalah Robb ku, tidak ada Illah yang berhakdi ibadhi dengan benar kecuali Engkau yang menciptakan aku, aku adalah hambaMu yang akan setia dengan perjanjian kepadaMU semampuku,<br />
Aku benlindung kepadaMU dari kejelekan yang aku perbuat, aku mengakui nikmatMU yang diberikan kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu ampunilah dosaku, sesunggunyatidak ada yang mampu menghapus dosaku kecuali ENGKAU…….</p>
<p>Ya Allah…Sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan didunia dan akhirat..<br />
Ya Allah…Aku memohon keselamatan dan kebajikan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku<br />
Ya Allah… Tutuplah auratku, Aib dan segala sesuatu ang tidak layak dilihat oleh orang, dan tentramkanlah aku dari rasa takut<br />
Ya Allah&#8230; Perihalalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku, dan aku berlindung agar aku tidak disambar dari bawahku, aku berlindung dari dibenamkan kedalam bumi&#8230;</p>
<p>Ya Allah yang Maha mengetahui ang Ghoib dan yang nyata..<br />
wahai Robb pencipta langit dan bumi<br />
Robb..atas segala sesuatu ang merajainya,<br />
aku bersaksi bahwa tidak ada Illah yang wajib di ibadahi kecuali ENGKAU..<br />
Aku berlindung kepadaMU dari kejahatan diriku, syaitan dan sekutunya,<br />
Aku berlindung kepadaMU dari perbuatan kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslin kepadanya&#8230;</p>
<p>Ya Allah&#8230;selamatkan tubuhku dari penyakit dan yang tidak aku inginkan..<br />
Ya Allah&#8230;selamatkan aku  pendengaranku dari dari penyakit atau dari maksiat yang tidak aku ingikan..<br />
Ya Allah&#8230;sesungguhnya aku berllindung kepadaMU dari kekufuran dan kekafiran&#8230;<br />
Ya Allah&#8230;aku berlindung kepadamu dari sisa kubur, tidak ada Illah yang berhak di ibadahi dengan benar kecuali ENGKAU..</p>
<p>Ya Allah Engkau Yang MAHA SEMPURNA &#8230;perkenankanlah do&#8217;a do&#8217;a ku ini&#8230;Amiiiiiiiiiiiiiiiiin&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/raffapriya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/raffapriya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/raffapriya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/raffapriya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/raffapriya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/raffapriya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/raffapriya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/raffapriya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/raffapriya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/raffapriya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/raffapriya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/raffapriya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/raffapriya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/raffapriya.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=70&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raffapriya.wordpress.com/2010/05/03/doa-doa-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5deeee6e298074798763f903100f9ae4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raffapriya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CINTA SEJATI</title>
		<link>http://raffapriya.wordpress.com/2010/05/03/cinta-sejati/</link>
		<comments>http://raffapriya.wordpress.com/2010/05/03/cinta-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 08:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raffapriya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raffapriya.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[&#8216;Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9.30 seorang pria berusia 70-an datang utk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi. Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=68&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8216;Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9.30 seorang pria berusia 70-an datang utk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi. Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru.</p>
<p>Pekerjaan yg tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter aku memutuskan untuk melakukannya sendiri. Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru.</p>
<p>Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari.</p>
<p>Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer. Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata,&#8217; Dan bapak masih kesana setiap hari walaupun istri bapak sudah tidak kenal lagi?&#8217;</p>
<p>Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tangan ku sambil berkata, &#8216;Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia kan?&#8217;</p>
<p>Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tangan ku masih tetap merinding, &#8216;Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku.&#8217; Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.</p>
<p>Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi. Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.&#8217;</p>
<p>&#8212;<br />
&#8216;Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kami pasangan hidup dan keturunan yang menyenangkan hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang yang bertaqwa.&#8217;( Q.S: Al-Furqaan : 74)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/raffapriya.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/raffapriya.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/raffapriya.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/raffapriya.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/raffapriya.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/raffapriya.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/raffapriya.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/raffapriya.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/raffapriya.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/raffapriya.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/raffapriya.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/raffapriya.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/raffapriya.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/raffapriya.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=68&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raffapriya.wordpress.com/2010/05/03/cinta-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5deeee6e298074798763f903100f9ae4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raffapriya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sehari menjelang Idul ADHA 2009&#8230;&#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://raffapriya.wordpress.com/2010/02/11/sehari-menjelang-idul-adha-2009/</link>
		<comments>http://raffapriya.wordpress.com/2010/02/11/sehari-menjelang-idul-adha-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 06:29:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raffapriya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raffapriya.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu ada sesuatu yang aneh rasanya&#8230;perasaan yang tidak seperti biasanya, menyakinkan akan semua yang terjadi dihari ini..Sungguh sesuatu yg sangat tidak aku inginkan, dan aku harapkan, Kriiiiiiiing, kriiiiiiiiiiiiiing, beberapa kali telp itu berbunyi, aku tidak berani unutk menganggkatnya karena nomornya tidak aku kenal&#8230;. Tapi rasa penasaran itu terus mengelitik hati unutk segera mengangkatnya&#8230;.Assalamualikum&#8230;, maaf [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=65&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi itu ada sesuatu yang aneh rasanya&#8230;perasaan yang tidak seperti biasanya, menyakinkan akan semua yang terjadi dihari ini..Sungguh sesuatu yg sangat tidak aku inginkan, dan aku harapkan, Kriiiiiiiing, kriiiiiiiiiiiiiing, beberapa kali telp itu berbunyi, aku tidak berani unutk menganggkatnya karena nomornya tidak aku kenal&#8230;.<br />
Tapi rasa penasaran itu terus mengelitik hati unutk segera mengangkatnya&#8230;.Assalamualikum&#8230;, maaf dengan siapa ini, jauh sayup terdengan suara parau dan lirih menyapaku,..dengan yanti ini?? ya betul jawabku, dengan keragu raguannya dan suara yang terbata bata ..Yan, yang tabah yach, yang ikhlas.. mungkin ini yang terbaik unutk teh IIM, tersentak aku mendengar itu..tapi rasa tidak percaya dengan apa yag aku dengar&#8230;ku coba unutk meminta penjelasan sekali lagi, ada apa dgn wa iim, begitulah panggilanku untukk kakakku tersayang &#8230;, ya Wa Iim udah pergi, udah tenang&#8230;..Sejenak ku berucap Innalilahi wainalillahi roji&#8217;un&#8230;tapi galau hati dan pikiran bercampur baur bergelut dalam irama bathin yang begitu kencang, aku tidak percaya, aku tidak mau kehilangan dia&#8230;&#8230;..Ya Allah kenapa dia harus pergi meninggalkan kami, setelah kepergian orangtua kami, mengapa harus terjadi kembali saat saat yang sangat aku tidak inginkan&#8230;..<br />
Galau hati berbaur kesedihan yang sangat &#8230;. sungguh tidak percaya semua ini akan terjadi&#8230;.tapi ini kenyataan&#8230;kucoba menyakinkan diri dan percaya akan semua yang harus kuhadapi saat ini, rasa hancur dan terhempas&#8230;.dikeharuan yang mendalam&#8230;<br />
Ingin rasanya ku berteriak, menghalanginya untuk pergi, &#8230;.<br />
tiga hari sebelum dia pergi, dia mengharapkan aku datang menemuinya, dengan penuh semangat dia mengabari klu dirinya akan melaksanakan Qurban di rumah, dengan senangnya dia berkata, Ntar kambingnya di sembelih dirumah aja, anak2 bawa semua, pengen ketemu ma kayla, sama adik raffa, udah kangen uwanya&#8230;..tersayat hati ku klu teringat semua kata kata itu, ku berusaha untuk selalu menyenangkan dia, menenangkan dia, klku aku akan datang dengan yang lainnya di hari Idul Adha&#8230;.sehari menjelang Idul Adha dia pergi untuk selama lamanya..<br />
Ya Allah..terimalah dia, TErimalah Amal Ibadah dia selama di Dunia, Ampuni segala Dosa dosa, kesalahannya &#8230;karena dia cukup menderita dgn segala penyakit yag dideritanya, semoga Kau berikan Tempat yang Indah unutknya DISISIMU Ya Allah, pertemukanlah dia dengan orang tuaku di SurgaMU ya Allah&#8230;..Amiiiiiiiiin&#8230;..</p>
<p>Jujur, aku tak kuasa..saat terakhirku genggam tanganmu,&#8230;<br />
Namun yang pasti terjadi, kita mungkin tak bersama lagi&#8230;.</p>
<p>Selamat jalan Wa, semoga wa menemukan kebahagiaan di sana..</p>
<p>kami yang selalu mencintaimu&#8230;.<br />
athie, Kayla &amp; Raffa&#8230;&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/raffapriya.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/raffapriya.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/raffapriya.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/raffapriya.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/raffapriya.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/raffapriya.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/raffapriya.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/raffapriya.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/raffapriya.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/raffapriya.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/raffapriya.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/raffapriya.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/raffapriya.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/raffapriya.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=65&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raffapriya.wordpress.com/2010/02/11/sehari-menjelang-idul-adha-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5deeee6e298074798763f903100f9ae4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raffapriya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Presiden Soeharto&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://raffapriya.wordpress.com/2009/03/18/anak-presiden-soeharto/</link>
		<comments>http://raffapriya.wordpress.com/2009/03/18/anak-presiden-soeharto/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 03:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raffapriya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raffapriya.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Obat..Nguantuuuuuuk&#8230;hehhehheh Pada suatu hari Tutut (anaknya Soeharto), lewat di &#62; jalan tol di Jakarta . &#62; Penjaga Tol: &#8220;4500 rupiah&#8221;. &#62; Bu Tutut yang emang ngak punya uang seribuan &#62; mengeluarkan uang 50 ribu rupiah langsung saja &#62; menyodorkan tuch uang. &#62; &#62; Penjaga Tol: &#8220;Ini Bu, kembaliannya. &#8220; &#62; Bu Tutut: &#8220;Sudah&#8230;simpan saja buat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=63&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Obat..Nguantuuuuuuk&#8230;hehhehheh<br />
Pada suatu hari Tutut (anaknya Soeharto), lewat di<br />
&gt; jalan tol di Jakarta .<br />
&gt; Penjaga Tol: &#8220;4500 rupiah&#8221;.<br />
&gt; Bu Tutut yang emang ngak punya uang seribuan<br />
&gt; mengeluarkan uang 50 ribu rupiah langsung saja<br />
&gt; menyodorkan tuch uang.<br />
&gt;<br />
&gt; Penjaga Tol: &#8220;Ini Bu, kembaliannya. &#8220;<br />
&gt; Bu Tutut: &#8220;Sudah&#8230;simpan saja buat keluarga anda.&#8221;<br />
&gt; Penjaga tol merasa senang karena menerima 45.500<br />
&gt; rupiah dan langsung berterima kasih kepada Tutut.<br />
&gt;<br />
&gt; Setelah beberapa jam Tommy dateng melewati jalan tol<br />
&gt; tersebut. Karena mereka tuch anaknya Soeharto, ngak<br />
&gt; punya uang receh, Tommy mengeluarkan uang 20 ribuan.<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt; Penjaga Tol: &#8220;Ini Pak, kembaliannya 15.500.&#8221;<br />
&gt; Tommy: &#8220;Sudahlah, simpan aja buat sekolah anak<br />
&gt; anda.&#8221;<br />
&gt; Penjaga langsung memasukan kembalian itu ke<br />
&gt; kantongnya<br />
&gt; dan berterima kasih banyak ke Tommy.<br />
&gt;<br />
&gt; Setelah beberapa jam Soeharto dengan mobilnya lewat<br />
&gt; jalan tol.<br />
&gt; Soeharto mengeluarkan uang 5000 rupiah dan<br />
&gt; disodorkan<br />
&gt; ke penjaga tol. Soeharto menunggu uang kembaliannya<br />
&gt; itu dan setelah menunggu 5 menit, ditanyanya kepada<br />
&gt; penjaga tol :<br />
&gt;<br />
&gt; Soeharto: &#8220;Lho, mana uang kembalian saya ?&#8221;<br />
&gt; Penjaga Tol: &#8220;Ah Bapak, masa uang 2000 rupiah aja<br />
&gt; dibalikin. Tadi bu Tutut dan pak Tommy lewat<br />
&gt; kembaliannya 45.500 dan 15.500 aja diberikan ke<br />
&gt; saya,<br />
&gt; masa Bapak yang gopek aja minta kembalian?? &#8220;<br />
&gt; Soeharto: &#8220;Tunggu dulu mas !! Anda tau sapa Tutut<br />
&gt; dan<br />
&gt; Tommy??&#8221;<br />
 Penjaga Tol dengan cekatan menjawab: &#8220;Yach tahu Pak!<br />
&gt; Pertanyaan gampang tho, jelas Tutut dan Tommy tuh<br />
&gt; Anaknya Presiden.&#8221;<br />
&gt; Soeharto: &#8220;Pinter kamu, tahu mereka anak Presiden.<br />
&gt; Nah<br />
&gt; sedangkan saya kan cuma Anak Petani !! Sekarang,<br />
&gt; mana<br />
&gt; kembalian saya??&#8221;<br />
&gt; Penjaga Tol : !*#@^$%#@$$ </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/raffapriya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/raffapriya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/raffapriya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/raffapriya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/raffapriya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/raffapriya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/raffapriya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/raffapriya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/raffapriya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/raffapriya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/raffapriya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/raffapriya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/raffapriya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/raffapriya.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=63&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raffapriya.wordpress.com/2009/03/18/anak-presiden-soeharto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5deeee6e298074798763f903100f9ae4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raffapriya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maafkan Dita Ayah&#8230;..(Haruskah Mendidik anak DEngan Kekerasan..!!!?)</title>
		<link>http://raffapriya.wordpress.com/2009/03/18/maafkan-dita-ayahharuskah-mendidik-anak-dengan-kekerasan/</link>
		<comments>http://raffapriya.wordpress.com/2009/03/18/maafkan-dita-ayahharuskah-mendidik-anak-dengan-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 03:46:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raffapriya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raffapriya.wordpress.com/2009/03/18/maafkan-dita-ayahharuskah-mendidik-anak-dengan-kekerasan/</guid>
		<description><![CDATA[Unutk Para orangtua khususnya Para Bapak, Papa, Ayah&#8230;yg selalu berlaku kasar pada anak anaknya&#8230;.jgn lakukan kekerasan pada anak anak anda sebelum pada akhirnya anda akan menyesal&#8230; Maafkan Dita Ayaaaah&#8230;.pilu sekali hati saya membaca cerita ini..semoga Allah memberikan pengampunan pada ayah Dita, dan memberikan kesabaran serta ketegaran untuk Dita&#8230; Sepasang suami isteri &#8211; seperti pasangan lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=62&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Unutk Para orangtua khususnya Para Bapak, Papa, Ayah&#8230;yg selalu berlaku kasar pada anak anaknya&#8230;.jgn lakukan kekerasan pada anak anak anda sebelum pada akhirnya anda akan menyesal&#8230;</p>
<p>Maafkan Dita Ayaaaah&#8230;.pilu sekali hati saya membaca cerita ini..semoga Allah memberikan pengampunan pada ayah Dita, dan memberikan kesabaran serta ketegaran untuk Dita&#8230;</p>
<p>Sepasang suami isteri &#8211; seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.<br />
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru  ayahnya. Ya&#8230; karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.<br />
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.<br />
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, &#8220;Kerjaan siapa ini !!!&#8221; &#8230;. Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar.. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan &#8216; Saya tidak tahu..tuan.&#8221; &#8220;Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?&#8221; hardik si isteri lagi.<br />
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata &#8220;DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik &#8230; kan !&#8221; katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.<br />
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa&#8230; Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.<br />
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air.. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. &#8220;Oleskan obat saja!&#8221; jawab bapak si anak.<br />
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. &#8220;Dita demam, Bu&#8221;&#8230;jawab pembantunya ringkas. &#8220;Kasih minum panadol aja ,&#8221; jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ditadalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.<br />
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhubadan Dita terlalu panas. &#8220;Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap&#8221; kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. &#8220;Tidak ada pilihan..&#8221; kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut&#8230;&#8221;Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah&#8221; kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikanterkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.<br />
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam lina ngan air mata. &#8220;Ayah.. ibu&#8230; Dita tidak akan melakukannya lagi&#8230;. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi&#8230; Dita sayang ayah.. sayang ibu.&#8221;, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. &#8220;Dita juga sayang Mbok Narti..&#8221; katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.<br />
&#8220;Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?&#8230; Bagaimana Dita mau bermain nanti?&#8230;. Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, &#8221; katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf&#8230;<br />
Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi&#8230;, Namun&#8230;., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..<br />
Sangat patut jadi renungan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/raffapriya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/raffapriya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/raffapriya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/raffapriya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/raffapriya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/raffapriya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/raffapriya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/raffapriya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/raffapriya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/raffapriya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/raffapriya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/raffapriya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/raffapriya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/raffapriya.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=62&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raffapriya.wordpress.com/2009/03/18/maafkan-dita-ayahharuskah-mendidik-anak-dengan-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5deeee6e298074798763f903100f9ae4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raffapriya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yakin Akan KeBesaranMU Ya Allah&#8230;Illahi Robby</title>
		<link>http://raffapriya.wordpress.com/2009/02/12/yakin-akan-kebesarannya-ya-allah/</link>
		<comments>http://raffapriya.wordpress.com/2009/02/12/yakin-akan-kebesarannya-ya-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 07:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raffapriya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raffapriya.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Tabah dalam menjalani hidup&#8230;.inilah yg aku lakukan, rasakan sekarang&#8230;.begitu aneka ragamnya masalah yg aku hadapi, sehingga aku merasakan keterpurukan dan kelelahan dalam menjalani hidup dan kehidupan,kurasakan keletihan dalam setiap langkah hidupku&#8230;.kurasakan kegusaran dalam setiap pandangan ku, menit ke menit, betapa sukarnya setiap jam aku lalui&#8230;tapi aku harus kuat&#8230;aku harus bisa melagkah dan berjalan di antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=57&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-59" title="06012009271" src="http://raffapriya.files.wordpress.com/2009/02/06012009271.jpg?w=470" alt="06012009271"   />Tabah dalam menjalani hidup&#8230;.inilah yg aku lakukan, rasakan sekarang&#8230;.begitu aneka ragamnya masalah yg aku hadapi, sehingga aku merasakan keterpurukan dan kelelahan dalam menjalani hidup dan kehidupan,kurasakan keletihan dalam setiap langkah hidupku&#8230;.kurasakan kegusaran dalam setiap pandangan ku, menit ke menit, betapa sukarnya setiap jam aku lalui&#8230;tapi aku harus kuat&#8230;aku harus bisa melagkah dan berjalan di antara kerikil kerikil tajam yg menusuk telapak kakiku&#8230;.aku harus bisa menyelesaikan semua lembaran lembaran cerita dalam alur hidupku&#8230;ku berusaha untuk tetap tegar ..dan tersenyum lembut..karena aku tau dibalik semua ini ada sesuatu yang INDAH yg diberikan Allah kepadaku&#8230; inilah ujian buat ku, ujian yg akan membuatku maju dan inilah ujian kenaikan kelas dalam hidupku&#8230;Aku yakin akan kebesaranNya, Aku yakin akan segala sesuatu yang diberikanNya padaku adalah yg terbaik untuk aku. Allah Maha Mengetahui, Allah Maha Mendengar Maha Melihat..Dia tidak ingin umatnya terpuruk DIa Maha Adil dan Bijaksana..Ku yakin semua ini akan segera berakhir, maka datanglah terang dalam hidupku&#8230;datanglah kebahagiaan dan Ridho dari Mu ya Allah&#8230;agar aku tetap bersyukur Nikmat atas apa Yg Engkau berikan padaku&#8230;</p>
<p>Untuk kakakku tercinta&#8230;</p>
<p>Sabarkan hatimu, kuatkan dirimu, kobarkan semangat dalam hidupmu, jgn pernah berputus asa&#8230;Yakinlah semua ini akan berakhir&#8230;yakinlah semua ini yg terbaik yg diberikan Allah padamu.  Yakin akan kesembuhan yg selama ini kita harapkan segara Datang menemani hari harimu dimasa yg akan datang&#8230;kembangkanlah senyummu&#8230;tebarkan tawa candamu yg dulu selalu ada mengisi hari harimu&#8230;Yakin akan KebesaranNya&#8230;</p>
<p>Wa&#8230;cepet sembuh ya..ti doain wa kembali seperti dulu lagi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/raffapriya.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/raffapriya.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/raffapriya.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/raffapriya.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/raffapriya.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/raffapriya.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/raffapriya.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/raffapriya.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/raffapriya.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/raffapriya.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/raffapriya.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/raffapriya.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/raffapriya.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/raffapriya.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=57&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raffapriya.wordpress.com/2009/02/12/yakin-akan-kebesarannya-ya-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5deeee6e298074798763f903100f9ae4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raffapriya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://raffapriya.files.wordpress.com/2009/02/06012009271.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">06012009271</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibuku Seorang Mujaheed&#8230;..</title>
		<link>http://raffapriya.wordpress.com/2008/12/01/ibuku-seorang-mujaheed/</link>
		<comments>http://raffapriya.wordpress.com/2008/12/01/ibuku-seorang-mujaheed/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 04:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raffapriya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raffapriya.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[My mother is a mujaheed ,” kata teman Tunisiaku dengan nada cinta dan kerinduan yang sangat dalam. Perasan kagum, iri dan haru, bercampur menjadi satu dalam senyumku. Aku telah mendengar ratusan pujian tentang ibu, tapi tak pernah kudengar pujian seperti ini yang diucapkan dengan kata-kata yang indah dan perasaan yang sangat dalam. Ingin aku mencintai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=55&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>My mother is a mujaheed ,” kata teman Tunisiaku dengan nada cinta dan kerinduan yang sangat dalam. Perasan kagum, iri dan haru, bercampur menjadi satu dalam senyumku.</p>
<p>Aku telah mendengar ratusan pujian tentang ibu, tapi tak pernah kudengar pujian seperti ini yang diucapkan dengan kata-kata yang indah dan perasaan yang sangat dalam. Ingin aku mencintai ibuku seperti itu, ingin aku bisa mengucapkan kalimat seperti itu tentang ibuku sendiri.</p>
<p>Ia selalu menyelipkan pujian tentang ibunya di setiap percakapan. Dan aku tak pernah mendapati teman seperti ini yang sangat bangga dan memuji-muji ibunya yang masih hidup dengan kerinduan yang dalam. Yang aku dapati jika terdengar kata ibu, paling paling adalah complain tentang ibu masing masing.</p>
<p>Ibu seperti apa yang ia miliki sampai ia bisa mengucapkan kalimat seindah itu tentang ibunya dengan kerinduan yang dalam.</p>
<p>Ia bercerita. Sejak sang ayah yang saat itu adalah professor Bahasa Arab wafat, sang ibu mengambil alih peran sang ayah. Ia bukan saja mengurus kebutuhan fisik ke tiga belas anaknya yang lima di antaranya adalah anak tiri, namun juga pendidikan agama dan bekal ilmu pengetahuan mereka untuk masa depan.</p>
<p>Ibunya mencintai ke tiga belas anaknya dan memperlakukannya sama rata. Walaupun lima anak pertamanya adalah anak tiri hasil dari istri pertama yang telah wafat dari sang suami. Bahkan, masa kecil ke lima kakak kakak tirinya mendapatkan perhatian lebih dari ibunya, karena saat itu ibunya belum mempunyai anak kandung.</p>
<p>Saat aku memuji ibunya yang hebat karena, bersedia menikahi duda dengan lima anak. Teman Tunisiaku itu berkata: ” Sebelum menjawab lamaran ayah, ayah dari ibuku memanggil ibu dan berkata, lima anak dari calon suamimu ini bisa menjadi nerakamu, atau surgamu.”</p>
<p>Aku tertegun lagi. Sesuatu yang hampir mustahil ku lakukan…</p>
<p>Teman Tunisiaku ini mencinta ketiga belas saudaranya tanpa perbedaan sedikitpun walaupun lima dari kakak kakaknya adalah kakak tiri.</p>
<p>Ia menyukai mereka semua dan tidak satupun dari saudaranya yang ia keluhkan. Ada perasaan cemburu campur malu lagi.</p>
<p>Ah, kita yang hanya tiga atau empat atau tujuh bersaudara saja kadang mengeluh. Adik yang ini beginilah, adik yang itu begitulah,kakak yang ini beginilah&#8230;.Sedangkan ia yang tiga belas bersaudara dengan lima saudara tiri tidak mengeluhkan seorangpun dari saudaranya.</p>
<p>Bahkan ia paling dekat dengan kakak perempuan tirinya.</p>
<p>Mereka tumbuh bagaikan bunga bunga indah dalam kehidupan yang keras.</p>
<p>“Ibuku bangun pagi dan menyiapkan sarapan untukku dan kedua belas saudaraku.. Beliau membuatkan jus wortel segar, dan mengelap sepatu sepatu kami saat kami sarapan. Saat kami mencegahnya, beliau meminta kami untuk tidak menghiraukannya. Beliaulah yang menjahit pakaian pakaian kami karena pakaian sangat mahal.”</p>
<p>Yah akupun di buat surprise olehnya, karena ternyata pakaian jilbab-jilbab panjang nan indah itu bukan dibeli dari toko melainkan dijahit sendiri oleh ibu tercinta.</p>
<p>&#8220;Ibuku bangun pagi sekali dan mengurus kebutuhan kami semua. Ia hampir tidak pernah membeli makanan kecil untuk kami melainkan membuatnya sendiri. &#8220;</p>
<p>Beberapa kali dalam seninggu, ibunya akan duduk di suatu ruangan di malam hari, dan anak anaknya akan berbaris mendatanginya bergiliran dengan buku pelajaran sekolah dan hapalan mereka.</p>
<p>Anak yang paling besar menjadi supervisor membantu ibunya mengetes hapalan adik adiknya.</p>
<p>Berbeda dengan ayah tercinta yang keras dan disiplin dalam mendidik anak anaknya, &#8220;Ibu selalu menasihati kami dengan lembut dan jarang marah. Sekali marah kami akan sangat takut sekali. Ibuku sangat mencintai Allah dan tiada hari tanpa Al Qur’an di tangannya. Ia sangat santun pada tetangga-tetangga kami dan selalu memperingatkan kami untuk tidak melakukan hal-hal yang akan mengganggu kenyamanan orang lain, walau sekecilpun. Karena perbuatan sebesar zarrahpun akan di balas.&#8221;</p>
<p>“Ibu selalu mengingatkan kami untuk istiqamah dalam hal apapun dan di mana saja. Sewaktu aku tidak punya uang untuk kuliah, satu satunya yang dapat dilakukan adalah meminjam uang dari pemerintah dengan sistem riba. Ibu memohon agar aku tidak mengambil pinjaman itu.Padahal ibu sangat disiplin tentang pendidikan anak-anaknya, dan beliau tau kalau aku tak ambil aku tak bisa sekolah.Tapi beliau berkata, kalau kau pilih sekolah, sekolah akan hilang, kalau kau pilih Allah, Allah tidak akan hilang.”</p>
<p>Setelah gelisah sana sini ia menimbang-nimbang, akhirnya ia memilih untuk tidak mengambil pinjaman itu. Ia sudah pasrah untuk tidak sekolah,  tapi ia percaya pasti Allah akan menolongnya.</p>
<p>Tanpa disangka-sangka dari hari ke hari murid murid privatnya bertambah banyak dalam waktu singkat. Bahkan salah satu orang tua muridnya yang kaya raya meminta ia untuk tinggal bersama mereka di rumah mereka yang besar. Ia diberi kamar dengan fasilitas yang lengkap untuk belajar. Bahkan, ia disekolahkan dan fasilitasi personal computer. Ia mendapatkan pekerjaan yang bagus bahkan bea siswa untuk mangambil gelar master dan Phd nya di Jepang.</p>
<p>Ia yakin bahwa itu adalah pertolongan Allah.</p>
<p>Aku bayangkan jika itu aku dengan anakku. Mungkin kami akan pilih sekolah dan mengganggap sepele bunga pinjaman.</p>
<p>Aku mengenal temanku ini sebagai pribadi yang kuat, istiqomah, rela berkorban, bangga terhadap identitasnya sebagai muslim di negara manapun ia berada</p>
<p>Suatu saat aku mendengarkan lagu lagu rohani Islam Indonesia. Saat ia mendengar lagu Ummi yang dibawakan oleh Haddad Alwi ia berkata, &#8220;Aduh aku ingin menangis rasanya mendengar lagu ini. Aku rindu ibuku. Aku akan menulis syair lagu ini dan mengirimkannya pada ibu.”</p>
<p>Ummi ibu……</p>
<p>Aah andaikan kita bisa seromantis itu pada ibu-ibu kita.</p>
<p>Apakah kita akan membela diri ?</p>
<p>Sahabat-sahabatku yang lain berkata, &#8220;Ah, dia khan bisa begitu karena ibunya seperti itu. Kalau ibuku seperti itu&#8230; mungkin aku juga akan seperti itu&#8230;&#8221;</p>
<p>Tapi sahabat, ibu adalah seorang ibu.</p>
<p>Seseorang yang harus dihormati, dimuliakan. Bukankah itu haknya, diperlakukan dengan lemah lembut saat masa tuanya.</p>
<p>Ibu, dengan segala kekurangannya…</p>
<p>Tapi mereka adalah ibu-ibu kita&#8230;</p>
<p>Kenapa kita kadang mengeluhkannya . Toh ibu kita bukan penjahat, bukan pemurtad, tidak melakukan kesyirikan. Toh ibu kita seorang muslimah, rajin ibadah lagi. Bukankah itu kenikmatan yang tak terhingga saat semua anggota keluarga kita dalam naungan Islam?</p>
<p>Seandainya pun ada kekurangan, namanya juga manusia. Kitapun sebagai anak banyak sekali kekurangan.</p>
<p>Bagaimana kalau beliau tak mau dinasihati?</p>
<p>Toh ia bukan sedang melakukan tindak kejahatan, paling hanya kesalahan ringan.</p>
<p>Mungkin banyak hal hal kecil yang mengesalkan tapi, mungkin kita bisa membantunya dengan berdoa agar ibu berubah. Bukankan kita sewaktu kecilpun banyak mengesalkan dirinya ?</p>
<p>Lagi pula walaupun ia melakukan hal yang buruk, kita harus menasihatinya dengan lembut tanpa menyakiti hatinya.</p>
<p>Pelajaran inilah yang kudapat dari teman Tunisia ku itu.</p>
<p>Dan aku sebagai seorang ibu, ku ingin anak-anaku kelak menjadi anak yang istiqomah dan tumbuh seperti bunga segar. Tapi itu mustahil terwujud tanpa pengorbanan dan ilmu yang cukup. Kutatap putri kecilku. Ah aku juga ingin suatu saat nanti ia dengan bangga berkata,” my mother is a mujaheed …”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/raffapriya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/raffapriya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/raffapriya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/raffapriya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/raffapriya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/raffapriya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/raffapriya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/raffapriya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/raffapriya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/raffapriya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/raffapriya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/raffapriya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/raffapriya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/raffapriya.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=55&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raffapriya.wordpress.com/2008/12/01/ibuku-seorang-mujaheed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5deeee6e298074798763f903100f9ae4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raffapriya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna sebuah Cinta dan Tanggung jawab</title>
		<link>http://raffapriya.wordpress.com/2008/11/30/makna-sebuah-cinta-dan-tanggung-jawab/</link>
		<comments>http://raffapriya.wordpress.com/2008/11/30/makna-sebuah-cinta-dan-tanggung-jawab/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 09:44:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raffapriya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raffapriya.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Adakah yang lebih membahagiakan bagi seorang perempuan yang sudah menikah selain dari menjadi seorang ibu? Menjadi ibu bukan hanya lantaran alasan bilogis semata, tapi jauh dari itu adalah kesungguhan untuk membuktikan cinta yang paling agung. Lekatan cinta antara ibu dan anaknya tak akan pernah dapat dilerai oleh apapun walau sekaliber maut sekalipun. Manusia mana selain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=52&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adakah yang lebih membahagiakan bagi seorang perempuan yang sudah menikah selain dari menjadi seorang ibu? Menjadi ibu bukan hanya lantaran alasan bilogis semata, tapi jauh dari itu adalah kesungguhan untuk membuktikan cinta yang paling agung. Lekatan cinta antara ibu dan anaknya tak akan pernah dapat dilerai oleh apapun walau sekaliber maut sekalipun. Manusia mana selain daripada Nabi Adam yang tidak memiliki ibu? Sungguh, setiap kali menyebut “ibu” membuat dada ini bergetar, ada nuansa sejuk yang mendamaikan. Ya, ada cinta di sana dan tumpuan kasih sayang seperti aliran sungai dari gunung yang tak akan pernah kering menuangkan air cinta itu ke muara yang dahaga.</p>
<p>Ibu menjadi simbol akan makna cinta sejati, lautan kasih sayang yang tak pernah mengenal kata tepi. Sungguh, setiap membaca kisah “ibu-ibu” yang lain, dalam pembuktiaan akan makna lautan cinta itu membuat bola mata ini terasa panas dan dada bergemuruh pada kerinduan yang membuncah. Ibu, di dekap dadamu bersemayam semua kedamaian.</p>
<p>Dadamu selalu lapang bagi semua keluh-kesah anakmu yang mencari pengakuan yang di luar sana selalu menjadi bahan cacian dan ejekan kebengisan dunia. Tak ada cinta yang mampu menandingi cintamu. Dan sebesar apapun bakti kami, namun itu tak akan mampu menebus setetes air susu yang engkau aliran dari tubuhmu yang menjadi darah daging di tubuh kami.</p>
<p>Dan wahai para ibu, beruntunglah karena Allah dan rasul-Nya telah menempatkan posisimu penuh dengan untaian mutiara kemuliaan yang tak ada tanding dan bandingnya. Percayalah keniscayaan pada kemuliaan hati itu akan mendapat imbalan yang setimpal, bahkan lebih dari segala kemuliaan yang pernah disematkan kepada orang-orang pilihan dari pengikut agama hak ini. Berikut ini untaian bingkisan cantik untuk para ibu.</p>
<p>Aisyah ra berkata, &#8220;Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, siapakah yang lebih besar haknya terhadap perempuan? Jawab Baginda Saw, &#8220;Suaminya.&#8221; &#8220;Siapa pula yang berhak terhadap lelaki?&#8221; Jawab Rasulullah Saw, &#8220;Ibunya.&#8221;</p>
<p>Perempuan apabila salat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu surga dari mana saja yang dia kehendaki.</p>
<p>Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah Swt memasukkan dia ke dalam surga lebih dahulu daripada suaminya (10.000 tahun).</p>
<p>Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah Swt mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 keburukan.</p>
<p>Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah Swt mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah Swt.</p>
<p>Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ketika ibunya melahirkannya. Ibu yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.<br />
Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T.</p>
<p>Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1000 lelaki yang jahat. Dua rakaat salat perempuan yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat salat perempuan yang tidak hamil.</p>
<p>Saya membaca sebuah feature di harian lokal (Riau Pos) yang begitu menyentuh. Kisah seorang ibu yang bekerja sebagai buruh operasional kebersihan (OP) Kota Pekanbaru. Memang sudah lumrah adanya, bahwa para pekerja PO itu sebagian adalah perempuan. Dan kita hampir setiap hari akan mendapati mereka sedang bekerja menyapu trotoar, merapikan taman-taman kota, mengumpulkan sampah-sampah di jalan dan pasar sampai harus memandikan lutut mereka di dalam air got yang begitu tak enak baunya. Mereka melakukan itu dengan kesungguhan dan seakan-akan tak pernah memperdulikan tatapan mata orang-orang yang kebetulan lewat atau sengaja memperhatikan mereka bekerja.</p>
<p>Ibu itu bernama Ginawarti (40-an), ibu dari lima orang anak, isteri dari seorang yang tak tetap pekerjaannya dan lebih banyak sebagai pengangguran, dan hanya tamatan sekolah dasar. Sebuah biografi yang lumrah kita dapati pada pekerja kasar seletingan dengan pekerjaan ibu Ginawarti karena memang pekerjaan seperti itu tidaklah menuntut skil yang mempuni, cukup berbekal kemauan dan tahan untuk mendapat perhatian yang tidak semestinya ketika bekerja. “Asal dapat bekerja dan anak-anak bisa makan, cukuplah,” pengakuannya polos.</p>
<p>Namun bukan itu yang membuat tulisan Pak Muslim Kawi (seorang jurnalis senior di Riau) terasa hidup dan patut dibaca. Agaknya kejelian dan insting jurnalis mantan ketua PWI Riau itu bisa menangkap ada sisi humanisme yang luar biasa dari sosok ibu kita ini. Ketika itu, tubuhnya yang taklah begitu berisi, muka pucat dan penuh bermandi peluh, sekali-kali dia berdiri memegangi perutnya yang sakit, bahkan untuk duduk saja waktu akan diwawancari perempuan perkasa itu harus dibantu oleh temannya. “Walau sakit ginjal sudah beberapa tahun, obatnya berendam di air parit saja,” ibu itu tersenyum pucat menyembunyikan rasa sakitnya di balik ketegarannya. Dengan gaji 22 ribu per hari, dia harus memberi makan 3 orang anaknya (2 orang sudah menikah).</p>
<p>Tentulah gaji sebesar itu tidaklah cukup memenuhi kebutuhan keluarga apalagi suaminya sudah lama menganggur. Karena cinta dan tanggung jawab untuk membantu menopang keberlangsungan keluarga, rasa sakit menahun itu ditahan-tahannya. Ibu, cinta itu adalah hanya milikmu dan bakti anak-anakmu tak akan pernah mampu menandingi.</p>
<p>Setelah membaca kisah ibu pekerja OP itu, mata ini berkaca-kaca. Ada rindu yang tiba-tiba menyeruak di dada. Pikiran ini dengan cepatnya membaca raut muka yang pucat dan sering bermandi peluh milik dari seorang perempuan yang teramat saya cintai. Beliau tidak pernah mengeluh akan penyakitnya, rematik dan nafas sesak, walau hampir setengah hari bermandi panas mentari di tengah sawah, kadang-kadang ketika rombongan kelalawar sudah berbondong menyongsong malam baru tubuh letihnya menghampiri pintu rumah.</p>
<p>Belum lagi urusan rumah yang tak pernah selesai oleh dua orang anak perempuannya, dan aku biasanya tak pernah memikirkan pekerjaan rumahan. Namun beliau masih tetap turun tangan, dan kepayahan itu tetap melekat di tubuhnya yang semakin rapuh yang bertambah-tambah sampai detik ini. Ah, ibu, kapan anakmu ini mampu membalas setitik air susu kasihmu dan menyenangkanmu dari semua kesusahan yang menyesakkan itu? Tik, air bening itu merembes dari pelupuk mata ini yang terasa disulut bara ketidaksanggupan untuk membuktikan cinta ini kepadanya. Doakanlah anakmu ini ibu agar bisa segera mampu membalas lautan cintamu.</p>
<p>Dan cinta untukmu Ibu tak akan pernah tergantikan<br />
<a href="http://raffapriya.files.wordpress.com/2008/11/adik2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-53" title="adik2" src="http://raffapriya.files.wordpress.com/2008/11/adik2.jpg?w=470" alt="adik2"   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/raffapriya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/raffapriya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/raffapriya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/raffapriya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/raffapriya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/raffapriya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/raffapriya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/raffapriya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/raffapriya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/raffapriya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/raffapriya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/raffapriya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/raffapriya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/raffapriya.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=raffapriya.wordpress.com&amp;blog=5213793&amp;post=52&amp;subd=raffapriya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raffapriya.wordpress.com/2008/11/30/makna-sebuah-cinta-dan-tanggung-jawab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5deeee6e298074798763f903100f9ae4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raffapriya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://raffapriya.files.wordpress.com/2008/11/adik2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">adik2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
